Saat ini, industri aluminium di Indonesia semakin berkembang pesat. Namun, tahukah kita sebenarnya bagaimana rantai pasok aluminium di Indonesia bekerja? Mari kita mengenal lebih dekat rantai pasok aluminium di Indonesia.
Menurut Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, rantai pasok aluminium di Indonesia terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari penambangan bauksit sebagai bahan baku utama aluminium, hingga proses pemurnian dan produksi aluminium siap pakai.
Pada tahap pertama, bauksit diekstraksi dari tambang dan kemudian diolah menjadi alumina. Hal ini dibenarkan oleh CEO PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Orias Petrus Moedak, yang menyatakan bahwa “proses penambangan bauksit sangat penting dalam rantai pasok aluminium di Indonesia.”
Selanjutnya, alumina akan dilebur menjadi aluminium murni melalui proses elektrolisis. Di sini, PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) berperan sebagai salah satu produsen alumina terbesar di Indonesia. Menurut CEO ICA, “kami berkomitmen untuk menyediakan alumina berkualitas tinggi demi mendukung industri aluminium nasional.”
Setelah aluminium murni diproduksi, tahap terakhir dalam rantai pasok aluminium adalah proses pemrosesan dan distribusi kepada berbagai industri pengguna aluminium, seperti otomotif, konstruksi, dan elektronika. Menurut data Asosiasi Aluminium Indonesia (AIAI), permintaan aluminium di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa rantai pasok aluminium di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri aluminium nasional. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang proses tersebut, diharapkan dapat memberikan dorongan bagi para pemangku kepentingan untuk terus mengembangkan industri aluminium di Tanah Air.